SAMBUTAN PERDANA ADITYA SEBAGAI WALI KOTA BANJARBARU

Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Banyak hal terjadi di Kota Banjarbaru mengawali 2021. Mulai pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 yang belum berakhir, bencana banjir, hingga transisi kekuasaan. Terhitung kurun waktu dua bulan (Januari-Februari 2021), jabatan pucuk pimpinan di kota yang berjuluk Kota Idaman ini terjadi tiga kali peralihan kekuasan, yakni dari dilantiknya Wakil Wali Kota Darmawan Jaya Setiawan menjadi Wali Kota selama satu bulan, kemudian dilanjutkan oleh Said Abdullah yang merangkap jabatan sebagai Sekretaris Daerah sekaligus Plh Wali Kota Banjarbaru lebih kurang 10 hari hingga akhirnya Banjarbaru dipimpin oleh HM Aditya Mufti Ariffin dan Wartono sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru 2021-2024 sejak 26 Februari 2021.

Mengawali sambutan perdana sebagai Wali Kota saat serah terima jabatan dari Said Abdullah di Aula Gawi Sabarataan, Balai Kota, Senin (1/3/2021), Aditya menyampaikan banyak hal termasuk visi-misinya di hadapan para Kepala Dinas dan pejabat teras Pemko Banjarbaru.

“Kami akan bekerja keras, ikhlas, cerdas dan bekerjasama untuk membangun dan memandirikan Banjarbaru empat tahun ke depan. Kami akan sempurnakan yang sudah berjalan baik dan mewujudkan yang belum tercapai,” kata  Aditya di awal jabatannya.

Estafet tongkat kekuasaan Banjarbaru itu, disampaikan Wali Kota harus diteruskan dan memerlukan dukungan serta kepercayaan.  Jabatan Kepala Daerah menurut Aditya bukanlah untuk memenuhi kepentingan pribadi atau kelompok namun untuk menjalanakan amanah dan pengabdian kepada masyarakat sesuai janji-janji yang pernah kami sampaikan.

“Kami ingin mengajak semua komponen dan masyarakat untuk meningkatkan kebersamaan dan persaudaraan untuk melangkah bersama, memajukan dan melanjutkan pembangunan Banjarbaru,” katanya.

Masih didampingi Wartono, Wali Kota juga menyampaikan bagaimana visi-misi mereka berdua, yaitu Banjarbaru JUARA (Maju, Agamis, dan Sejahetera) dapat terwujud di masa jabatannya.

“Potensi sumber daya akan dikembangkan agar Banjarbaru memiliki daya saing dengan daerah lainnya. Sesuai RPJM tahap IV dan RPJP Banjarbaru (2005-2025) yakni Banjarbaru sebagai kota terdepan di Kalsel, terutama di bidang Pendidikan, perdagangan, industri pengolahan dan jasa, pemerintahan dan permukiman.

Dalam empat tahun ke depan, disampaikan Aditya, jika visi-misi Banjarbaru JUARA dapat diwujudkan maka Banjarbaru akan tampil sebagai kota pelayanan yang prima dengan masyarakatnya yang kreatif, toleran, berwawasan lingkungan, mandiri dan religius. (Adv)