MARTINUS—JAYA DIUSUNG TIGA PARTAI DI PILKADA BANJARBARU

Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Pasangan H Martinus dan H Darmawan Jaya Setiawan (Martinus—Jaya) mendapat dukungan dari Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Pilkada Banjarbaru yang rencananya digelar Desember 2020. Martinus—Jaya juga mendapat dukungan dari Partai NasDem dan Demokrat.

Dikemas acara syukuran dan doa bersama untuk mendiang Wali Kota Nadjmi Adhani yang sebelumnya menjadi pasangan Jaya (Nadjmi—Jaya) maju Pilkada Banjarbaru, Kamis (27/8/2020) malam, di Banjarbaru, Ketua DPD PAN Emi Lasari dengan lantang memastikan pilihan politik dan keputusan partainya memberikan dukungan ke Martinus—Jaya.

Menurutnya, sosok Martinus dianggap sebagai pengganti mendiang H Nadjmi Adhani menemani Darmawan Jaya Setiawan untuk melanjutkan visi—misi, mimpi, harapan dan gagasan Nadjmi—Jaya.

“Dalam semua proses, pasangan ini dalam istilah orang Banjar itu takajut-kajut karena masih dalam keadaan berkabung. Alhamdulillah, PAN masih dapat bersama-sama berkomunikasi politik dan telah menyatakan dukungan ke Nadjmi—Jaya. Namun, isyarat kemunculan Martinus sebagai pengganti Nadjmi Adhani menjadi Isyarat baik,” kata Emi menyampaikan sambutannya.

Momentum hari ini, menurut Emi wujud perjuangan bersama. Ketika semangat disatukan, maka kekuatan ini tidak mudah dipecah.

“Mulai hari ini, detik ini, semua perilaku politik, tutur kata dan sikap semua kader dan calon akan menjadi penilaian masyarakat. Penilaian itulah yang akan menggiring suara dan menentukan pemilih. Lebih banyak bekerja daripada berdebat, dan memenangkan Martinus—Jaya di Pikada Banjarbaru 2020,” ujar Emi.

PAN Banjarbaru, dilanjutkan Emi, akan menjalankan filosofi matahari, yaitu selalu memberi tak pernah ingkar janji. “Selama lima tahun memimpin Banjarbaru, Nadjmi—Jaya mesra, tak ada kesan saling mendahului. Dan, Pak Jaya menjalankan tugasnya dengan baik sebagai Wakil Wali Kota,” ujarnya.

Diusung dan mendapatkan dukungan PAN maju Pilkada Banjarbaru, Martinus—Jaya juga menyampaikan sambutannya.

Martinus mengatakan, Nadjmi dan Jaya sudah dianggap saudara. Semoga amanah dari tiga partai politik (NasDem, Demokrat, dan PAN) dapat dijalankan dengan baik.

“ Silakan kalau ada partai yang mau gabung, tapi sepertinya tidak ada lagi yang gabung. Di sisa waktu 70 hari ke depan, mari rapatkan barisan untuk memenangkan Pilkada. Tampilkan program, jangan murahan. Jadi, masyarakat mengetahui mana yang baik mana yang tidak. Jangan memfitnah lawan, dan tetap menjual program saja,” kata Martinus didampingi Jaya.

Turut berhadir Ketua DPC Partai Demokrat, Sumedi. Menurutnya, pilihan Demokrat ini atas dasar pertimbangan.

“Selain banyaknya pertimbangan, karena Martinus adalah orang Banjarbaru. Kami (Demokrat) tidak diajak, tapi Demokrat merapat karena Martinus—Jaya membuat teduh dan adem. Keduanya berpengalaman antara birokrat dan politisi. Insha Allah, keduanya serasi,” ucap Sumedi.

Mewakili Partai NasDem, Takyin Baskoro mengatakan banyak kesamaan dasar pertimbangan antara NasDem, PAN, dan Demokrat mengusung Martinus—Jaya.
“NasDem, mencintai tidak tiba-tiba, tapi sejak Nadjmi—Jaya. Namun, usai Pak Nadjmi meninggal, muncullah sosok Martinus yang dianggap sebagai pengganti Nadjmi Adhani,” ujar Baskoro.

(Rudy Azhary/Red-RA/SKD)